Siang tadi setelah sepulang berobat saya menaiki angkutan kota menuju rumah. Di mobil yang saya tumpangi duduk di antaranya deretan para siswa SMP yang nampaknya habis pulang bermain; lengkap dengan seragam sekolah dan atribut -atribut sekolah yang lain. Saya begitu terganggu dengan pemandangan sepasang murid SMP, laki-laki dan perempuan, yang saling berpegangan tangan dengan diiringi canda, di samping mereka berdua duduk seorang siswi yang lain, teman mereka, yang juga ikut nimrung bercanda, yang kadang diselingi dengan tertawa terbahak-bahak, sementara itu tepat di samping saya duduk pula sepasang murid SMP yang lain, dan kelihatannya mereka tidak berpegangan tangan.
Angkutan kota yang saya naiki memang penuh waktu itu, di pojok kanan dibelakang kursi Pak Sopir duduk seorang lelaki setengah baya, melihat mimik mukanya ia pun sebenarnya sama seperti saya, cukup terganggu dengan tingkah anak-anak SMP itu, terkadang matanya lurus memeriksa tingkah pasangan anak SMP yang sedang berpegangan tangan itu yang juga diselingi dengan gelayutan mesra dari pasangan perempuannya.. Di samping pria setengah baya itu duduk seorang pemuda yang mengenakan pakaian rapih, berkemeja dan bersepatu.. melihat pemuda itu tampaknya ia cukup santai dan merasa tidak terganggu dengan pemandangan di depannya, ia pun terkadang mengalihkan perhatiannya dengan memeriksa handpone nya. Ah semuanya terganggu saya kira..
Saya merasa terganggu karena bukan saatnya mereka melakukan hal itu, terlebih di angkutan kota di mana setiap orang yang menaikinya adalah masyarakat umum, semua mata melihat dan mengamati dan semuanya menyimpan komentar masing-masing. Sebenarnya saya ingin angkat bicara, sekedar untuk memberi tahu dan memperingatkan mereka “Janganlah kalian lakukan itu.. Kalian ini masih muda, jangan kalian nodai masa muda kalian.. harusnya kalian semua punya rasa malu, siapa tahu ada di antara penumpang ini yang mengenali orang tua kalian, dan kemudian mereka mencibiri betapa tidak berhasilnya orang tua kalian mendidikan anak-anaknya” Tapi kata-kata itu tidak keluar dari mulut saya, akhirnya saya pun turut diam bersama penumpang lain.. Entahlah mungkin andai saya angkat bicara mereka akan mengatakan saya sok alim, atau apalah itu..
Peristiwa yang saya alami tentu saja bisa anda anggap tidak seberapa dengan peristiwa-peristiwa yang lain terkait dengan degradasi moralitas pelajar. Anda mungkin pernah mendengar sepasang siswa SMA yang tertangkap basah sedang melakukan perbuatan mesum di sebuah WC umum Pasar Baledono, Purworejo. Atau yang lebih parah lagi banyaknya video-video syur yang dibintangi para pelajar dan tersebar di berbagai tempat di internet, jumlahnya mungkin bukan puluhan lagi tapi mungkin ratusan video yang beredar bebas tanpa kendali.. Inilah salah satu potret kelam pelajar bangsa..
Di sisi yang lain saya cukup terharu sekaligus merasa bangga dengan para pelajar kita yang menjuarai kejuaraan-kejuaraan science tingkat dunia, atau yang dikenal dengan istilah olimpiade science. Berapa kali pelajar Indonesia lolos sebagai juara umum di olimpiade bergengsi itu. Saya kira anda perlu tahu (dan mungkin sudah tahu) tentang beberapa pelajar dari Papua yang mendapatkan penghargaan dari presiden karena telah mengharumkan nama bangsa melalui perlombaan internasional scince tingkat dunia, mereka adalah George Saa peraih medali emas lomba Internasional bidang fisika tahun 2004 lalu, Anike Boare peraih medali emas internasional bidang fisika tahun 2005 dan Rudolf Surya Bonay peraih the first step to nobel prize in chemistry di Polandia tahun 2006. Dan mereka hanyalah sederetan siswa berprestasi di antara sederetan siswa berprestasi lainnya.. Seandainya semua siswa di negeri ini berorientasi seperti Surya Bonay dkk tentunya peristiwa-peristiwa yang mencoreng nama pelajar Indonesia, seperti kasus di atas, tidak akan muncul.
Ah negeriku ini.. Memang bukan masalah sederhana membicarakan masalah pelajar, dan memang tidak semudah yang dibayangkan untuk merubah semua itu. IT WILL TAKES TIMES semua butuh waktu, waktu yang panjang!! Dan berbicara masalah pelajar tentu saja berbicara juga masalah dunia pendidikan dan unsur yang lebih detail lagi seperti guru, kurikulum, buku dll. Negeriku aku sadar mengapa semua ini bisa terjadi..