Bagi anda yang sedang mendalami atau sekedar ingin tahu tentang sejarah tafsir al-Qur’an di Asia Tenggara, berikut ini saya cantumkan paper R. Michael Feener yang mengkaji tentang hal tersebut. Tulisan ini saya terjemahkan sendiri ke dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah cuplikannya:
……
Beberapa karya tafsir yang ditulis di dunia Melayu-Indonesia nampaknya telah berhati-hati sejak pertengahan abad ke-17 untuk menyusun karya tafsir yang lebih ‘sistematik’. Kita menemukan karya yang sangat kental dengan gaya tersebut adalah Tarjuman al-Mustafid karya ‘Abd al-Ra’uf Singkeli. ‘Abd al-Ra’uf (dikenal di Aceh sebagai Teungku di Kuala) lahir di Aceh pada pertengahan pertama abad ke-17, pada tahun 1642 ia melakukan ibadah haji dan belajar di Arab.
Ditulis oleh irvanminerva